>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Aku merindukanmu
Ketika aku tahu
Kau telah jauh berlalu

Aku mencari bayanganmu
Disetiap malam malamku
Tak lagi menampakkan wajahmu

Aku memanggil namamu
Diantara gelapnya malam tak berlampu

Sayangku,,
Dimanakah dirimu?
Dimana kau sembunyikan dirimu?
Aku merindukanmu
Dan hangatnya cinta kita yang dulu

I miss you
When I know
You have far passed

I'm looking shadow
Every night my night
No longer show your face

I'm calling your name
Among the dark of night unlighted

My dear,,
Where are you?
Where are you hiding yourself?
I miss you
And warm love we once

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

Thursday, June 7, 2012

0

Akuntansi Managemen Restaurant






Mengelola Keuangan Rumah Makan

Banyak pengusaha rumah makan yang tidak mengetahui berapa keuntungan yang diperoleh dari bisnisnya setiap bulan. Bagi mereka selama bisa menutup biaya bulanan usaha, serta membiayai kebutuhan rumah tangga pribadi, itu saja sudah cukup.

Pola pikir tersebut sepenuhnya tidak salah, namun jika menginginkan usaha anda bisa berkembang kian besar sebaiknya mulai sekarang anda harus merubah cara berpikir seperti itu. Bagi yang ingin berbisnis resto, hendaknya mulailah melakukan pengelolaan keuangan usaha yang tepat sehingga pengusaha dapat mengetahui untung ruginya usaha, pendapatan omzet dan laba usaha, pengaturan uang keluar masuk,pencatatan keuangan, dan sebagainya.

Menyusun pembukuan usaha pada awalnya bisa dibuat dengan cara yang cukup sederhana saja, yang dapat dimengerti dan memuat seluruh kalkulasi usaha. Namun yang dapat dikatakan sederhana tersebut tetap saja membutuhkan proses pencatatan yang lama (karena dilakukan secara manual). Berikut kita lihat kelengkapan pembukuan usaha, antara lain :

1.Buku catatan stock barang
Digunakan untuk mencatat barang-barang yang masuk dan keluar. Dengan membuat catatan stock akan diketahui secara jelas jumlah barang mana yang masih tersedia dan jumlah terjual. Pencatatan stok barang didasarkan pada satuan barang yang digunakan.

2.Buku Pemasukan
Adalah buku yang digunakan untuk mencatat hasil penjualan yang sudah dilakukan (pemasukan)

3.Buku Pengeluaran
Buku yang digunakan untuk mencatat biaya-biaya yang sudah dikeluarkan mulai dari biaya sehari-hari, mingguan, hingga bulanan, disertai dengan kuitansi atau bon pembelian.

4.Buku Catatan R/L
Adalah buku catatan yang dibuat untuk menghitung keuntungan atau kerugian yang diperoleh dalam usaha. Biasanya pembukuan ini dapat dibukukan secara mingguan dan bulanan.

Dan jika usaha kian berkembang besar, proses pembukuan tersebut dapat dilakukan secara lebih profesional dengan tambahan pembukuan arus kas (cash flow), neraca rugi laba, dan sebagainya.

Idealnya jika proses pembukuan tersebut dilakukan secara tertib, maka akan diperoleh data keuangan perusahaan yang rapi. Tapi bila posisi bisnis rumah makan anda saat ini tidak lagi kecil, maka bisa dibayangkan betapa susahnya mengelola keuangan perusahaan seperti yang diharapkan. Terlebih tidak ada seorang pun yang terlibat didalamnya mampu menjamin keakuratan data tersebut. Mengingat transaksi yang dilakukan semakin banyak dan beragam.

Inilah alasan mengapa komputerisasi diperlukan dalam mengelola finansial bisnis anda. Dengan menggunakan program akuntansi, data keuangan yang dihasilkan akan benar-benar akurat. Disamping efisiensi waktu dalam bekerja, karena anda ataupun karyawan anda tidak perlu lagi melakukan proses pencatatan akuntansi yang panjang seperti diatas. Selain itu juga pemiliki resto akan lebih cepat mengetahui posisi usahanya, sehingga sewaktu-waktu dapat melakukan evaluasi finansial usahanya.

Data-data Keuangan pada Start Awal Komputerisasi

Pada saat memulai komputerisasi tentunya sebelumnya anda harus berdiskusi terlebih dahulu dengan pihak implementor data-data apa saja yang dibutuhkan untuk komputerisasi. Pastikan bahwa anda sudah mengumpulkan semua data tersebut sebelum implementasi dilakukan. Penting untuk menyiapkan data tersebut sejak awal, agar proses implementasi komputerisasi tersebut dapat berjalan lancar sesuai dengan harapan anda.

Kalau begitu data apa saja yang harus dimasukkan pertama kali komputerisasi ?

Dalam postingan kali ini saya akan membahas data apa saja yang diperlukan pada saat start komputerisasi, data-data perusahaan tersebut antara lain :

1. Daftar barang

Yang pertama adalah kumpulkan daftar stock barang. Dalam restoran, daftar persediaan yang dibutuhkan adalah data bahan baku mentah (bahan tahan lama dan tidak tahan lama) serta daftar menu masakan. Cara kerja pembukuan rumah makan adalah untuk membuat suatu menu baru (baca: persediaan baru) pasti akan mengurangi jumlah persediaan yang lain. Karena itu perlu juga untuk memasukkan daftar makanan jadi kedalam list persediaan. Sehingga data stock barang akan selalu terupdate.

2. Hutang

Data hutang-hutang perusahaan secara detil berupa nama pemasok, nominal hutang, jumlah yang sudah dibayar, sisa hutang, beserta tanggal jatuh temponya. Jangan sampai ada yang tertinggal, karena pada saat data-data tersebut telah dimasukkan kedalam program komputer, maka secara otomatis program akan mengingatkan anda jika ada hutang yang telah jatuh tempo, dengan memunculkan warning ada hutang yang harus dibayar hari ini, pada saat pertama kali program dibuka. Komputerisasi dimaksudkan untuk mengontrol agar jangan sampai hutang perusahaan terlalu tinggi.

3. Piutang

Data piutang yang harus tersedia berupa nama pelanggan yang berhutang dan batas kreditnya, jumlah piutang, jumlah pembayaran, jumlah sisa piutang, serta tanggal jatuh temponya, baik itu piutang usaha maupun piutang karyawan. Sama seperti pada hutang, program komputer juga akan memberi peringatan ada piutang yang telah jatuh tempo pada harinya. Sehingga dengan komputerisasi, maka anda tidak akan terlewat data piutang yang belum tertagih. Selain itu juga untuk mengontrol jangan sampai seorang pelanggan memiliki piutang melebihi limit yang diberikan oleh perusahaan.

4. Buatlah neraca

Dan yang terakhir adalah membuat neraca. Jika data persediaan, hutang dan piutang sudah dimasukkan maka data terakhir yang dibutuhkan adalah data neraca. Lalu apa saja data neraca itu?

Data neraca itu antara lain adalah data aktiva berupa jumlah kas perusahaan, cheque/BG, bank, piutang, serta persediaan. Kemudian ada data hutang, dan modal. Untuk data persediaan, piutang dan hutang akan secara otomatis tersusun dalam neraca pada saat data-data itu dimasukkan. Sedangkan untuk data kas, bank dan modal bisa anda input secara langsung pada menu isi jurnal. Tentu saja dalam hal ini anda harus hafal perkiraan yang digunakan, sehingga tidak ada kesalahan dalam neraca. Atau jika tidak yakin dengan mengisi jurnal secara langsung, anda bisa memilih menu kas bank dalam memasukkannya. Demikian juga dengan data bank, pertama buat dulu daftar nama bank nya. Kemudian masukkan jumlah nominalnya pada menu transaksi kas dan bank. Sementara cheque/BG bisa diisikan melalui menu isi BG pada menu kas-bank-BG.

Nah, uraian diatas hanya sekilas dari langkah awal dalam mengkomputerisasi usaha. Yang sangat penting dalam memulai komputerisasi adalah niat yang kuat dalam melakukannya. Karena mengawali komputerisasi memang bukan pekerjaan instan yang bisa langsung berjalan lancar, perlu konsistensi dalam mengerjakannya secara bertahap.

Sumber-sumber Modal Usaha

Berbisnis apapun pasti butuh modal, berapa pun jumlahnya itu. Permodalan sering menjadi kendala utama yang menghambat dalam membangun bisnis, baik itu kurang modal atau bahkan tidak punya modal sama sekali. Banyak sekali pengusaha yang tidak dapat mengembangkan usahanya karena keterbatasan modal. Lalu apakah harus berhenti begitu saja? Sebaiknya jangan,, sebagai pengusaha, maka mulailah mencari sumber pembiayaan bagi usaha Anda.

Memang tidak mudah untuk menentukan sumber pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Karena ada beberapa alternatif sumber pembiayaan usaha yang ada, namun yang perlu diketahui adalah bagaimana cara mendapatkan serta mengelolanya dengan baik.

Sebelum berusaha mendapatkan dana, perlu diperhitungkan secara detil berapa kira-kira modal usaha yang dibutuhkan. Biasanya modal usaha dicadangkan untuk selama 3 bulan, 6 bulan, bahkan 1 tahun, berbeda-beda sesuai dengan besar kecil usahanya.

Sumber-sumber permodalan

Umumnya dana permodalan dapat diperoleh dalam 3 cara, antara lain:

1. Dana Sendiri

Menggunakan dana sendiri paling banyak dilakukan oleh pengusaha dalam memodali usahanya. Pemakaian dana ini dimungkinkan bila memiliki simpanan uang tunai di bank ataupun berupa reksadana.

Dengan dana pribadi ini, kita bisa lebih fleksibel dalam pemakaian jumlah dana sewaktu-waktu, serta bebas mengalokasikan dana sesuai dengan keputusan sendiri. Sekaligus anda akan terbebas dari bunga, pemotongan keuntungan dan tidak perlu membagi hasil dengan pihak lain.

Meskipun demikian terkadang menggunakan dana sendiri juga memilki kelemahan seperti kurangnya kontrol dalam pemakaian dana, lalai dalam pencatatan keuangan, dan bila merugi maka harus menanggung kerugian sendiri.

2. Dana pinjaman

Jika anda tidak mempunyai simpanan dana pribadi dan kekurangan dana, maka alternatif lainnya adalah dana pinjaman. Berikut ini adalah berbagai macam alternatif dana pinjaman (terutama kredit perbankan) :

a. Kredit Usaha

Kredit usaha pada berbagai Bank dikemas dengan nama yang berbeda. Kredit usaha diberikan sesuai dengan jenis usaha masing-masing. Biasanya kredit usaha perbankan dibedakan menjadi kredit investasi dan kredit modal kerja, atau mungkin juga gabungan keduanya. Bagi pengusaha yang hendak mengambil fasilitas kredit ini harus mempelajari dan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan. Dianjurkan untuk mencari kredit usaha pada bank yang mendukung UKM dan Bank pemerintah, mengingat suku bunga yang rendah.

b. Kredit Tanpa Agunan (KTA)

Beberapa lembaga perbankan meluncurkan program Kredit Tanpa Agunan (KTA), yaitu kredit perorangan yang tidak menggunakan agunan sebagai jaminan untuk keperluan konsumtif. Untuk para pemula usaha, kredit ini dapat menjadi salah satu sumber pendanaan bagi yang tidak memerlukan kredit dalam jumlah besar. Umumnya kredit yang diberikan berkisar 5 juta sampai maksimal 150 juta, dengan jangka waktu yang beragam. Bagi yang ingin mendirikan usaha baru mungkin akan kesulitan mendapatkannya. Namun jika anda masih berprofesi sebagai karyawan, maka anda bisa menggunakan profesi tersebut untuk mendapatkan kredit ini guna membangun usaha.

c. Kredit BPR (Bank Perkreditan Rakyat)

Fasilitas kredit dari BPR relatif lebih mudah persyaratan dan prosesnya dibandingkan di bank umum. BPR melayani orang-orang yang butuh pendanaan usaha, terutama UKM, dengan sistem dan persyaratan yang cenderung mudah. Tapi harus diingat tingkat bunganya cenderung lebih tinggi dari bank umum, dengan jangka waktu yang relatif lebih singkat.

d. Leasing atau Lease Back

Leasing ialah program pendanaan yang diberikan oleh suatu lembaga keuangan yang berbentuk perusahaan pendanaan, dimana pinjaman tersebut diberikan tidak berupa uang tunai, namun berupa pembelian aset bergerak perusahaan seperti kendaraan bermotor.

Sedangkan lease back adalah pinjaman yang diberikan pada usaha yang membutuhkan dana tunai dengan jaminan BPKB kendaraan bermotor yang dimiliki.

e. Perum Pegadaian

Suatu lembaga keuangan yang dimiliki pemerintah untuk menyalurkan pinjaman dengan jaminan barang tertentu, dengan tingkat bunga yang relatif rendah dan dihitung per 2 mingguan. Anda bisa memilih produk pegadaian yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan usaha, seperti KCA (Kredit Cepat Aman), Krasida (Kredit Angsuran Sistem Gadai), ataupun Kreasi (Kredit Angsuran Sistem Fiducial).

f. Koperasi

Koperasi yang menyalurkan pendanaan adalah koperasi kredit (Kopdit) ataupun KSP (koperasi simpan pinjam). Umumnya persyaratan yang diperlukan adalah anda harus menjadi anggota dari koperasi tersebut. Dengan menjadi anggota dan melakukan simpanan, maka anda berhak untuk mendapatkan fasilitas kredit. Sebab pada umumnya, koperasi hanya melayani kredit bagi anggotanya saja.

g. Pinjaman BUMN

Dana yang digunakan sebagai pinjaman dari BUMN adalah dana kemitraan yang sebagian berasal dari laba perusahaan yang disisihkan untuk pengusaha kecil. Program dana kemitraan ini disebut juga Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) BUMN. BUMN yang memiliki program kemitraan ini antara lain PT Jamsostek, Pertamina, PT GAs Negara, dan sebagainya. Untuk informasi ini dapat dicari di Kementrian BUMN)

h. Pinjaman Departemen

Pemerintah juga memberikan program kredit usaha kecil melalui beberapa departemen. Ada tiga departemen yang mempunyai fasilitas pembiayaan untuk UKM, yaitu Departemen Pertanian, Departemen Koperasi dan Departemen Perindustrian. Khusus untuk usaha rumah makan, departemen yang memungkinkan untuk memberikan pinjaman adalah Departemen Koperasi.

3. Dana Gabungan Usaha (joint)

Kalau memiliki teman atau kerabat yang berpotensi memiliki dana lebih dapat dinegosiasikan untuk ikut serta menjadi pemodal dalam jumlah besar ataupun sebagian kecil dari bisnis anda. Usahakan membuat perencanaan konsep rumah makan yang matang lalu lakukan presentasi dan kemudian negosiasikan mengenai kebutuhan modal, jumlah, jangka waktu, dan pembagian hasil dari keuntungan usaha setiap bulannya. Jangan lupa untuk membuat daftar nama relasi yang potensial sebelumnya, untuk mendapatkan peluang pinjaman yang lebih besar.

Poin yang terpenting dan harus diingat adalah perhitungkan secara matang jumlah modal yang dibutuhkan, dan kemudian pertimbangkan keuntungan dan kelemahan dalam memilih sumber pendanaan dari luar. Jangan canggung untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai sumber pendanaan yang anda inginkan. Jangan sampai usaha anda baru berjalan tetapi sudah terbebani dengan tingkat bunga yang tinggi.

Pada akhirnya keputusan ada di tangan anda, karena itu dalam masalah permodalan diperlukan pemikiran yang bijak.Semoga post diatas dapat membantu anda dalam mengambil keputusan

Komputerisasi untuk marketing

Sebagian besar dari kita beranggapan bahwa fungsi komputerisasi hanya terbatas pada manajemen intern perusahaan saja.Padahal kalo saja kita mau meluangkan waktu untuk lebih mempelajari software akuntansi yang kita gunakan, ternyata banyak hal yang bisa dilakukan dengan menggunakan software akuntansi. Salah satunya adalah untuk membantu mendongkrak penjualan.

Coba ingat kembali apa alasan anda saat memutuskan mengkomputerisasi usaha ? Anda akan menjawab karena usaha anda sudah mulai berkembang dan butuh pelaporan keuangan yang sistematis dan up to date. Disamping kebutuhan untuk memiliki sistem pembukuan yang rapi dan terkomputerisasi.

Lalu bagaimana peranan komputerisasi dalam proses marketing penjualan ?

Dalam suatu program komputer sudah disediakan berbagai fitur laporan sesuai dengan kebutuhan user, dan kita dapat memanfaatkannya untuk mendongkrak penjualan. Diantaranya kita bisa menggunakan laporan penjualan harian yang tersedia dimana kita bisa mengetahui traffic penjualan per hari. Dari situ kita bisa melihat pada hari-hari apa saja resto kita ramai dikunjungi sekaligus juga hari sepi customer. Dengan demikian pemilik resto dapat membuat marketing plan misalnya saja seperti diskon, atau special even pada hari-hari tertentu.

Cara kedua yaitu dengan menggunakan laporan penjualan terbanyak pada menu daftar laporan barang. Laporan ini menyajikan jumlah penjualan berdasarkan quantity barang. Dari laporan ini bisa diketahui menu makanan apa saja yang sangat digemari ataupun yang kurang laku. Ini membantu pemilik resto dalam menyusun strategi penjualan nantinya, misalkan saja menghapus menu makanan yang kurang diminati dari daftar menu, dengan tujuan efisiensi biaya. Sekaligus juga menjadikan makanan favorit pengunjung sebagai ikon resto anda. Pihak resto juga bisa melihat respon dari customer terhadap menu-menu baru yang disajikan, melalui laporan ini.

Fungsi komputerisasi lebih kompleks dari sekedar pencatatan keuangan saja. Dengan memanfaatkan system pelaporan yang cepat saji dan akurat maka anda tidak perlu menunggu lama dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat.

Pada akhirnya semua orang yang mendalami suatu bisnis akan merasa bahwa komputerisasi menjadi suatu elemen mutlak dalam menjalankan usahanya.

Mencatat Penjualan Diskon Resto

Pemberian diskon selalu dibutuhkan dalam upaya meningkatkan jumlah pembeli. Dan ini berlaku pada hampir semua bidang usaha. Diskon merupakan cara klasik dalam perdagangan sebagai salah satu upaya promosi penjualan, yang tetap dilakukan oleh semua pebisnis sampai sekarang. Karena bagaimana pun terkenalnya merk produk tersebut, diskon tetap menjadi pilihan konsumen dalam berbelanja.

Dalam usaha resto, umumnya terdapat berbagai macam cara bagi pengusaha resto dalam memberikan diskon. Bisa dengan memberikan prosentase diskon, atau dengan diskon sekian rupiah untuk pembelian paket menu tertentu, bisa juga dengan memberikan gratis makanan tertentu, bahkan terkadang pihak resto memberikan voucher makan untuk even-even tertentu ( bisa juga bekerjasama dengan pihak lain )

Tentu saja dalam pencatatan akuntansi nya pun berbeda-beda caranya. Dalam komputerisasi, pencatatan diskon biasanya dilakukan di program kasir sebagai point of sale. Meskipun demikian, bukan berarti tidak bisa dilakukan dalam program akuntansi (jika program kasir tidak tersedia..)

Untuk postingan kali ini kita akan membahas dulu pencatatan diskon secara prosentase dan potongan harga sebesar nominal rupiah.

Dalam komputerisasi, mencatat penjualan dengan diskon bisa dilakukan dengan beberapa cara, antara lain dengan mencatat diskon secara prosentase, atau dengan memasukkan nominal diskon secara langsung, bisa juga dengan membuat perkiraan diskon dalam daftar bank (digunakan dalam program akuntansi). Diskon juga dapat langsung diberikan pada saat isi daftar persediaan. Tetapi ini jarang digunakan karena tidak akan tampak pada struk belanja.

Sebelumnya, pastikan dulu bahwa persediaan pada etalase tidak ada yang kurang dari jumlah minimal stock. Kalaupun ada, segera lakukan mutasi persediaan dari gudang ke etalase. Kasir harus selalu memastikan bahwa stok etalase mencukupi untuk transaksi sebelum resto dibuka.

Misal diberikan diskon 10% untuk menu paket tertentu dalam jumlah tertentu, maka untuk pencatatannya menu paket makanan tersebut harus sudah tersedia sebagai jenis makanan lain dalam daftar persediaan (paket 2, paket 5 dsb), sehingga transaksi kasir akan lebih mudah. Diskon dalam prosentase dicatat langsung pada saat menginput nama item terjual (di kolom diskon ).


Namun jika diskon yang diberikan sejumlah nominal rupiah, maka mencatatnya agak sedikit berbeda. Sebagai contoh : diskon Rp 5000,- untuk setiap pembelian paket 1. Maka pencatatan-nya tidak di kolom diskon (dikosongkan), melainkan diskon langsung dikurangkan pada saat konsumen membayar.


Sebagai point of sale, program kasir umumnya dirancang secara user-friendly. Karena dengan komputerisasi, diharapkan kasir dapat melayani konsumen dengan cepat, sekaligus akurat. Bukankah tujuan dari komputerisasi adalah untuk efisiensi serta ketepatan data dalam waktu singkat ?

Reactions:

0 comments:

Post a Comment

Send Your Message